APM TRAVEL BLOG

Postingan Terbaru Kami

Berziarah ke Jabal Uhud sudah menjadi program sendiri. Bukan sekedar wisata religi karena banyak sejarah terkandung di sana. Taukah anda bahwa Jabal Uhud memiliki nama lain bukit Surga. Kenapa disebut begitu karena disini menjadi saksi. Ada 70 Sahabat Rasulullah mati Syahid akibat peperangan Uhud.

Jamaah yang datang ke sini memanjatkan doa di sini. Walaupun terik matahari sampai 41 derajat celcius. Orang- orang berbondong datang berkumpul di Jabal Uhud. Tidak hanya datang ketika musim Haji. Tempat ini sudah menjadi wisata religi terpopuler, yang selalu ada ketika kita pergi ke Arab Saudi.

Jaraknya dari Madinah sekitar 4, 5 kilometer ke arah utara. Jabal Uhud adalah gunung yang juga dijanjikan Surga. Tidak seperti pegunungan lainnya di Arab Saudi. Jabal Uhud merupakan satu kelompok pegunungan atau perbukitan terpisah. Mereka tidak menyambung satu sama lainnya, atau "gunung menyediri".

Bukan Sekedar Wisata Religi Biasa


Nabi Muhammad bersabda,"Gunung Uhud adalah salah satu dari gunung- gunung yang berada di Surga." (HR. Bukhari)
Jadi jika anda berziarah ke Jabal Uhud sama saja ke Surga. Tidak cuma orang Indonesia loh yang datang ke sini. Ada Jamaah asal India, Bangladesh, Pakistan, Malaysia dan Afrika. Puluhan ribu Jamaah datang memadati tempat ini. Disinilah menjadi saksi Syahidnya para Sahabat Nabi dalam perjuangan.

Banyak korban Umat Islam tumpah bukti sejarah Islam. Jabal Uhud tempat Sahabat berjuang dalam peperangan. Jumlah pasukan Islam tidak lah seimbang dalam perang. Alhasil jatuh korban banyak dari antara para Sahabat dekat. Peperangan tersebut yang berjalan 15 Syawal tahun ke 3 H, atau 625 M.

Kaum Muslimin dipimpin oleh Rasulullah berjumlah 1000 orang. Sedangkan musuhnya Quraish yang memiliki 3000 orang. Kekalahan pertama yang diterima oleh pasukan Islam. Ini karena tidak patuhnya pasukan pemanah. Namun, dengan bantuan Allah, kemenangan tetap didapat oleh pasukan Islam.

Diantara 70 orang pasukan yang gugur terdapat paman Rasulullah, Hamzah bin Abu Mutholib. Maka inilah tonggak sejarah Islam terpenting. Banyak hal dipelajari dari peperangan tersebut kelak. Para Jamaah pun datang ke sini menapaktilas jejaknya. Para peziarah mencoba mengilustrasikan keadaan kala itu.

Kita baiknya berdoa disini mendoakan para Syuhada. Para Jamaah yang datang tidak sedikit ikut menangis. Disini memohonlah untuk mati Syahid seperti mereka. Namun terdapat berita yang sedikit tidak mengenakan. Bahwasanya gunung tersebut sudah mengalami perubahan, Jabal Uhud terus berubah.

Adanya erosi menggerus puncak bukit Ar Rahmah menurun. Tempat yang mana para pemanah ditempatkan, malah semakin rendah hampir rata dengan tanah. Di atas Ar Rahmah nampak makam para Syuhada di Perang Uhud. Untuk makamnya itu sudah dipagari oleh Pemerintah Saudi sejak 1383 H.

Pagarnya pun setinggi 3 meter hingga kita hanya bisa melongok. Terdapat sekumpulan batu yang dijadikan nisa di dalam pagar. Dari luar pagarnya nampak papan besar berisi petunjuk ziarah. Ada peringatan dan larangan mencari "berkah" di makam. Beberapa bahasa ditulis di sana termasuk Indonesia.

Post a comment

ALAMAT

Amanah Perkasa Madinah Travel
Amanah & Terpercaya
Ruko Mutiara Taman Palem Blok D1 No. 55
Cengkareng Jakarta Barat